IndONEsia Warez Community Dengan bangga mendukung kegiatan idsecconf 2009

CENTANG, bukan Contreng!!!

Posted by bangibet on Apr.09, 2009, under Pandangan

Sadar ataupun tidak sadar ternyata kita sudah dibohongi, ditipu, dan dibodohi oleh Pemerintah, terutama KPU. Kenapa begitu..?

Karena jika kita telaah lagi kata Contreng seperti yang disebar luaskan oleh pihak KPU, ParPol dan semua media di Indonesia (Cetak dan Elektronik) — bahwa pada Pemilu tahun 2009 ini cara memilih calon dan partai bukan lagi Coblos, tapi Contreng — pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak akan ditemui kata Contreng.

contreng1Silahkan lihat apa yang dihasilkan oleh KBBI bila kita masukkan kata Contreng di kolom pencarian. Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian!!!

Itu berarti kata yang kita masukkan atau yang ingin kita cari Salah.

Tapi bila kita masukkan kata Centang, maka hasil yang didapat adalah

centangUntuk pengertian kata Centang yang benar ada pada nomor 2, yaitu

2cen·tang /céntang/ n tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang;
men·cen·tang v membubuhi coretan dsb pd tulisan (sbg peringatan)

Anda lihat…? Betapa bodohnya kita yang dengan rela dibodoh-bodohi oleh Pemerintah. Kalau begini terus, kapan masyarakat kita bisa tumbuh pandai dan Bangsa kita bisa maju…???

---------------------------------------------------------------------------------------
Diposting sendiri oleh bangibet tanpa bantuan dari orang lain ataupun makhluk halus lainnya.
Tags : , , ,
12 comments for this entry:
  1. djoko

    bedanya sangat tipis ya, kalau gak teliti, ndak tau

    djoko’s last blog post..Sandra #4

  2. ceznez

    coblos.. contreng… pemilu taon depan apalagi ya? sobek kali ya? he..he..

  3. bangibet

    haha, mudah2an Pemilu berikutnya pemerintah sadar bahwa pembodohan umum dapat membuat rakyat Indonesia semakin terbelakang..

    Semoga KPU dapat pelajaran yang besar dari Pemilu 2004 ini.. Dan dapat membenahi kesalahan-kesalahannya..

  4. Haidar

    ternyata pemerintah juga tidak paham bahasa indonesia ya.. bahaya… bahaya…

    @ceznez.. mang pemilu taon depan ada lg ya? hmm pemilu selanjutnya klo dengan cara d bakar okeh juga..

  5. zaM

    thanks, analisis sederhana yg mencerahkan

    zaM’s last blog post..Microblogging / Status Update untuk Personal Branding

  6. widya

    waduh, kok gitu sih..

  7. bangibet

    #haidar
    hehe, ya begitulah oom..
    seperti kata “Indonesia”, pemerintah pun pada saat berbicara di depan publik selalu bilang “Endonesia”. Jadi siapa yang salah..??

    #Zam
    Terima kasih banyak oom..
    saya hanya kecewa dengan pemerintah yang membodohi rakyatnya..

    #widya
    yaaaa, gitu deeeeeh..

  8. ziyad

    Jarang lho yang merhatiin detil kayak gini. Thanks pencerahannya.

    ziyad’s last blog post..Basic Safety for The House

  9. bangibet

    #ziyad
    Terima kasih oom..
    Semoga kita sebagai masyarakat Indonesia tidak lagi dibodoh-bodohi oleh Pemerintah..

  10. rrhakim

    saya kira kurang bijak kalau penggunaan kata yang salah langsung divonis sebagai pembodohan. kata “contreng” dipilih oleh beberapa orang “di sana” karena dianggap paling mewakili kata yang paling familiar untuk penandaan seperti huruf V itu. kekeliruan itu mungkin juga karena mereka tidak survey dulu, dan mereka sedikit sok merakyat, dengan mengasumsikan bahwa rakyat akan lebih kenal “contreng” yang lebih slenge’an daripada “centang” yang jelas2 sudah baku. jadi secara overall saya melihatnya sebagai kekhilafan saja.

    untuk pengucapan “endonesia”, itu masih ditoleransi oleh grammar karena merupakan ragam bahasa lisan. “sia” dalam Indonesia juga dilafalkan “sya” hanya karena ragam bahasa lisan jenis monoftongisasi
    cmiiw, dan maaf sebelumnya.

    rrhakim’s last blog post..Mesranya Rek…

  11. lala

    KPU “pembunuh berdarah dingin” ini sebutan dari dosen sintaksis lala waktu kuliah.

    >>>pembunuh berdarah dingin untuk semua orang yang tidak menggunakan BI yang baik dan benar

    lala’s last blog post..Psikologi Anak Tunagrahita Berat (Idiot)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Technorati Profile